Senin, 04 April 2016

Sejarah Indramayu :)

WELCOME

KESENIAN INDRAMAYU

SEJARAH SINGKAT INDRAMAYU

1. Letak Kabupaten Indramayu
Indramayu terletak pada 107”51’ – 108”35’ BT dan 6”15’ – 6”40’ LS, dan berada pada ketinggian 0 – 100 meter di atas permukaan laut. Sekitar 98,70% wilayah Indramayu bagaian barat daya dan utara terletak pada ketinggian 0 – 3 meter di atas permukaan laut. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Subang, sebelah utara berbatasan dengan

Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Cirebon dan Laut Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Cirebon.

Kota Indramayu berjarak 200 km dari Jakarta sebagai ibu kota negara, dan 130 km dari Kota Bandung sebagai ibu kota propinsi, dengan panjang pantai 114 km yang membentang sepanjang Pantai Utara antara Cirebon-Subang. Denagn letak yang seperti ini, Indramayu menjadi satu titik stategis dalam lalu lintas perdagangan antar kota.

2. Iklim Kabupaten Indramayu
Suhu harian Kabupaten Indramayu berkisar antara 26 0 C – 27 0C dengan suhu harian tertinggi 30 0C dan terendah 18 0C. Kelembaban udaranya berkisar antara 70 – 80 %. Curah hujan rata-rata tahunan 1.428,45 mm/tahun, dengan jumlah hujan 75 hari. Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, wilayah ini termasuk type D (iklim sedang). Angin Barat dan angin timur bertiup secara bergantian kurang lebih setiap 6 bulan, angin barat bertiup bulanDesember sampai bulan April dan angin timur pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober. Kecamatan yang mengalami curah hujan tinggi antara lain Kecamatan Anjatan, Cikedung dan Kecamatan Haurgeulis secara berturut-turut adalah 2.167 mm/tahun, 1.869 mm/tahun dan 1.865 mm/tahun. Sedangkan hari hujan terbanyak adalah Kecamatan Cikedung dan Gabuswetan yaitu sebanyak 94 hari hujan per tahun.

3. Asal-usul Berdirinya Kabupaten Indramayu
Indramayu adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Pesisir Utara Jawa Barat, yang didirikan oleh Raden Aria Wiralodra, putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen Jawa Tengah. Raden Wiralodra mempunyai garis keturunan Majapahit dan pajajaran. Ketika ia sedang bertapa/bersemedi di kaki Gunung Sumbing, ia mendapat wangsit.

Ia diperintahkan untuk pergi ke arah matahari terbenam dan mencari lembah Sungai Cimanuk. Setelah berada di sana, Raden Wiralodra diperintahkan untuk berhenti dan menebang semak belukar untuk mendirikan sebuah tempat tinggal dan diperintahkan untuk menetap di sana. Menurut sang pemberi wangsit kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta tujuh turunan Raden Wiralodra akan memerintah di sana dan hidup bahagia.

Kemudian Raden Wiralodra berangkat untuk menjalankan wangsit tersebut. Ia pergi ditemani oleh Ki Tinggil. Setelah sampai di suatu tempat yang diperintahkan, yaitu di lembah Sungai Cimanuk, kemudian ia mengambil senjata yang dibawanya, yaitu Cakra Undaksana untuk menebang semak belukar untuk dijadikannya sebuah tempat tinggal, sesuai yang diperintahkan oleh sang pemberi wangsit.

Setelah Raden Wiralodra mampu mendirikan sebuah tempat tinggal, ia berjalan-jalan sejenak di tepi Sungai Cimanuk. Di tengah perjalanan, ia bertemu wanita yang sangat cantik. Wanita itu bernama Nyi Endang Darma. Raden Wiralodra jatuh hati pada Nyi Endang Darma.

Setelah itu tempat tinggal Raden Wiralodra tersebut berkembang menjadi luas dan diberi nama Darma Ayu oleh Raden Wirlodra yang diambil dari nama seorang wanita yang dikaguminya, karena kecantikan dan kesaktiannya, yaitu Nyi endang Darma, serta dapat diartikan kewajiban yang utama atau tugas suci.

Lembah Sungai Cimanuk yang diberi nama Darma Ayu yang kemudian berubah menjadi “Indramayu”, setelah terbebas dari kekuasaan Pajajaran pada tahun 1527, diproklamirkan berdirinya oleh Raden Wiralodra pada hari Jumat Kliwon tanggal 1 Muharram 934 H atau 1 Sura 1449 dan jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527, sekarang tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai hari jadi Indramayu.

Setelah 1527, daerah Indramayu terbagi dalam tiga propinsi meliputi:
    \
  • Propinsi Singapura, meliputi sebelah timur sampai Sungai Kamal.
  • Propinsi Rajagaluh, meliputi daerah tengah sampai Jati Tujuh.
  • Propinsi Sumedang, meliputi bagian barat sampai Kandanghaur.
  • Tahun 1546 Indramayu menjadi bagian Kesultanan Cirebon. Tahun 1615 sebelah timur Sungai Cimanuk menjadi bagian Kesultanan Cirebon dan bagian baratnya termasuk dalam wilayah Kerajaan Mataram. Kemudian pada tahun 1681, mulai dikuasai Kompeni. Indramayu jatuh kedalam kekuasaan Kompeni Belanda seluruhnya seperti halnya dengan daerah-daerah lain, dijajah dan diambil hak-haknya secara paksa. Zaman pemerintahan Daendles (1806 – 1811) daerah sebelah barat Sungai Cimanuk dimasukkan dalam Prefektur Cirebon Utara. Pada masa ini berada dalam kekuasaan Kerajaan Demak.

    4. Perkembangan Kabupaten Indramayu hingga Saat ini
    Kabupaten Indramayu saat ini semakin makmur dan sejahtera, baik dalam bidang ekonomi, maupun sosial dan budaya. Indramayu dikenal sebagai lumbung padi, mengingat 58,27% dari luas wilayahnya 204.011 Ha merupakan areal persawahan, dikenal juga sebagai produsen ikan laut, karena dari seluruh produksi ikan laut Jawa Barat sepertiganya berasal dari Indramayu.

    Selain dikenal sebagai penghasil buah mangga yang merupakan ciri khas Kabupaten Indramayu, Indramayu juga memiliki potensi wisata yang lengkap, baik wisata alam. Wisata ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan wisata rohani serta potensi seni dan budaya yang beraneka ragam misalnya Upacara Adat Ngarot, Nadran, Ngunjung, Tarling dan Genjring Akrobat.

    ini sepenggal cerita dari indramayu.... :)

     

     

     

    Halaman : 1 2 3 4 5.... NEXT

     

THANK YOU :)